Cara Pemuda Ini dalam Menyayangi Alam Perlu Dicontoh

Also posted on http://www.wartakotalive.com/mobile/detil/berita/109451/cara-pemuda-ini-dalam-menyayangi-alam-perlu-dicontoh

Cipayung, wartakotalive.com

Para pemuda kumpul di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (2/12). Mereka datang dari berbagai daerah di Tanah Air. Puluhan pemuda ini tak lain adalah peserta Kongres Nasional II Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI).

Mereka begitu antusias untuk lebih peduli lagi terhadap sumber daya alam. Pemuda-pemuda ini berkomitmen untuk menyatukan tekad menjadi agen yang akan mempromosikan budaya cinta lingkungan.

Dalam acara ini, juga dilaksanakan Deklarasi Kongres Nasional oleh para ketua perwakilan daerah yang baru ditetapkan dalam kongres yang berlangsung sejak Kamis (29/2). Deklarasi dipimpin langsung Maria Katherina Nadia Liandy, Ketua Umum KOPHI.

Sri Rizki Kesuma Ningrum selaku Media Relation Coordinator KOPHI menuturkan, Kongres II KOPHI ini merupakan ajang pemersatu kalangan muda lintas provinsi, dari Aceh sampai Papua. Perwakilan wilayah KOPHI, saat ini, sudah tersebar di 18 provinsi. “Bertambah lima provinsi dari jumlah perwakilan tahun lalu,” kata Rizki yang ditemui di sela-sela kongres.

Dalam kongres, kata Rizki, juga dirumuskan program-program kerja nyata dan menyeluruh yang berkaitan dengan isu lingkungan dewasa ini.

Melalui kongres, diharapkan kelak menjadi bekal bagi pemuda untuk terus memberikan yang terbaik bagi kelestarian sumber daya alam. Selain itu, imbuh Rizki, para pemuda yang telah didaulat menjadi perwakilan daerah, diharapkan juga dapat menularkan pesan kongres kepada pemuda-pemuda lainnya untuk menyayangi lingkungan.

Selama ini, KOPHI yang didirikan pada 2010 itu mengkampanyekan pesan-pesan cinta lingkungan melalui cara offline maupun online.

“Untuk kampanye online, kami membuat newsletter dan jurnal. Jadi, kami kayak nulis essay tentang lingkungan kemudian di-publish biar masyarakat mengerti dan ter-edukasi,” katanya Rizki. “Sedangkan kegiatan offline, kami melakukannya dalam bentuk aksi nyata.”

Sukagalih, sebuah desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu bukti aksi nyata komunitas ini. Desa ini merupakan desa binaan mereka. Masyarakat setempat, diberikan edukasi. Misalnya, memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Di sana mengedukasi masyarakat untuk membuat kompos. Dari pada mereka beli, lebih baik memanfaatkan apa yang ada di alam, seperti daun-daun kering dan sebagainya,” kata Rizki. “Jadi, selain mereka tidak perlu mengeluarkan uang, ini juga menjadi langkah untuk mendekatkan diri dengan lingkungan.”

Tidak hanya di Jonggol. Anggota KOPHI juga aktif mengadakan kegiatan di berbagai daerah. Jogja, misalnya.

“Beberapa waktu lalu, KOPHI regional Yogyakarta melakukan kegiatan bersih Kali Code. Bentuk kegiatan sendiri, selain membersihkan Kali Code dari sampah, juga dilakukan penyebaran benih, bekerja sama dengan Dinas Perikanan setempat,” Rizki.

Pada puncak Kongres II KOPHI hari ini, juga diadakan acara public event tentang lingkungan, dimana pesertanya bukan  hanya untuk anggota Kongres Nasional, melainkan juga masyarakat umum.

Banyak kegiatan menarik lainnya yang digelar. Di antaranya, pemutaran film bertema lingkungan, ‘The age of stupid.’ Kemudian talkshow seputar lingkungan yang semuanya berlangsung meriah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s